Mengapa Harus Beramal Jama’i?

tangan-saling-berpegangan-2

Sumber Gambar: Google.com

Apa itu amal Jama’i?

Amal berarti bekerja , berbuat atau menghasilkan.

Bagi seorang muslim, beramal berarti bekerja, berbuat dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaan bagi dirinya, umat dan agama.

Jama’i berasal dari kata jama’ah. Jama’ah adalah suatu perkumpulan orang-orang  tertentu untuk mencapai hal-hal tertentu. Paling sedikit terdiri dari 2 orang atau lebih.

Amal Jama’i adalah kegiatan yang dilakukan yang merupakan produk suatu keputusan jama’ah yang selaras dengan manhaj (system) yang telah ditentukan bersama untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Mengapa harus beramal Jama’i?

  1. Perintah dari Allah Wubhanahu Wa Ta’ala.

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

  1. Teladan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.

Rasulullah mengungkapkan pentingnya jama’ah dalam eksistensi islam. Hal ini bisa kita temukan dalam untaian doa yang beliau sampaikan pada saat perang badar:

“Ya Allah, penuhilah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, datangkanlah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika kelompok pemeluk Islam binasa, maka Engkau tidak akan diibadahi lagi di muka bumi.” (HR. Bukhari)

Dari Al-Harits Al-Asy’ari, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam beliau bersabda:

“Saya perintahkan kepadamu lima hal dimana Allah memerintahkan hal tersebut: mendengar, taat, jihad, hijrah dan jama’ah.” (HR. Ahmad dan At-Turmudzi)

  1. Ada ibadah yang lebih baik dilakukan secara berjama’ah:

Sholat, Menunaikan Ibadah Haji dan Mengkaji kitab Al-Qur’an akan lebih baik nilai pahalanya jika dilakukan dengan berjama’ah.

  1. Orang kafir beramal Jama’i untuk melawan umat Islam

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfaal: 73)

 

Manfaat Amal Jama’i

  • Mengenal diri

Contoh sederhana, jika seseorang membaca Qur’an sendirian, dia tidak menyadari kekurangan dan kesalahan bacaannya. Akan berbeda jika bacaannya disimak oleh saudaranya,kesalahan dan kekurangannya bisa diketahui dan segera diperbaiki.

  • Menyempurnakan kekurangan diri

“Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati dalam  kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

  • Meningkatkan semangat ibadah

Contoh yang sering disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan ikutan wangi. Namun jika kita berteman dengan seorang tukang besi, maka akan ikutan bau asap. Begitu juga dalam beramal, jika kita selalu berteman dan berkumpul dengan orang-orang soleh, maka akan selalu termotivasi dalam beramal soleh.

  • Mengoptimalkan potensi diri

Bubur pedas yang lezat terdiri dari berbagai macam bahan dan bumbu. Bubur pedas tidak akan bisa diolah jika hanya ada beras dan air saja. Bahkan, jika semua bahan sayuran sudah lengkap, tanpa adanya bumbu garam, makanya rasanya akan kurang nikmat.

Begitu juga kita, tanpa berjama’ah maka potensi diri kita akan kurang teroptimalkan. Dalam amal jama’i, sekumpulan orang yang memiliki berbagai macam kemampuan, keahlian dan pengalaman jika dimanfaatkan dengan baik bisa dikolaborasikan untuk mengembalikan kejayaan Islam.

  • Menjaga kewibawaan umat muslim

Ketika kebersamaan umat Islam begitu kuat, maka musuh-musuh Islamakan berpikir seribu kali untuk mengganggu kita. Kaum muslim itu ibarat satu tubuh, jika satu bagian diganggu akan merasakan dan ikut memberikan gangguan.

  • Mendapat rahmat dan pertolongan dari Allah

“Tangan Allah bersama Jama’ah” (HR. Turmidzi)

Maksudnya,  ketenangan dan rahmat Allah bersama orang yang bersepakat, sehingga mereka jauh dari ketakutan, gangguan dan keguncangan. Apabila mereka berpecah belah, ketenangan hilang, kekacauan akan datang.

Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tetap istiqomah dalam melakukan amal jama’i sehingga kejayaan Islam bisa tegak di muka bumi ini. Insya Allah.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Khozin Abu Faqih. 2006. Melangkah Bersama ke Surga. Bandung: Harakatuna Publishing
  2. Buku Panduan Mentoring Pendidikan Agama Islam. Politeknik TEDC Bandung
  3. Qur’an.com

 

Iklan

About Panggah Santoso

Lahir di Jakarta, 15 Juli 1987. Saat ini sedang bekerja di salah satu Perusahaan Swasta dan berdomisili di Kota Sanggau, Kalimantan Barat. Salam kenal... :)

Posted on 27 November 2015, in Motivasi Diri. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. menggugah hati saya bangt min untuk mmperbaiki diri di semua point yang tadi dibahas….
    update lagi yah min….saya terus membacanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: