BLIND SPOT (Titik Buta)

blindspot.logo

***

Sudah kita ketahui bersama bahwa semua petinju profesional pasti memiliki pelatih. Bahkan petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun pasti juga memiliki pelatih. Padahal, jika mereka berdua disuruh bertanding (petinju dan pelatihnya),  maka jelas Moammad Ali lah yang akan menang. Pernahkah kita beratnya, kenapa petinju sehebat Mohammad Ali tetap butuh pelatih?

Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat darinya dan mampu mengalahkan dirinya, namun ia butuh pelatih karena ia butuh seseorang yang mampu melihat “hal-hal” yang tidak dapat ia lihat sendiri.

“Hal-hal” yang tidak dapat kita lihat dengan mata kita sendiri itulah yang disebut dengan “BLIND SPOT” atau TITIK BUTA.

Kita hanya bisa melihat “BLIND SPOT” tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser bahkan menyimpang.

Kita butuh orang lain yang bisa menasehati, mengingatkan, bahkan mnegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yang keliru yang bahkan kita tidak pernah menyadarinya.

Dibutuhkan KERENDAHAN HATI untuk bisa menerima kritikan, menerima nasehat, dan menerima teguran yang bahkan bisa menyelamatkan hidup kita.

Sadarilah, bahwa kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi “mata” di area “Blind Spot” kita, sehingga kita bisa melihat “hal-hal” yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan kita sendiri. Ketahuilah, bahwa hati yang selamat itu adalah yang pemiliknya selalu rendah hati dan senang menerima nasehat.

Allah Ta’ala berfirman,

  1. “Demi Masa”
  2. “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”
  3. “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Umar bin Khatb ra pernah berkata, “Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasehat”

Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang beriman, senang beramal soleh, mau menerima nasehat dan suka menasehati dalam kebenaran dan kesabaran sehingga kita semua tidak berada dalam kerugian. Aamiin.

Sumber:

Artikel grup WA

 

Iklan

About Panggah Santoso

Lahir di Jakarta, 15 Juli 1987. Saat ini sedang bekerja di salah satu Perusahaan Swasta dan berdomisili di Kota Sanggau, Kalimantan Barat. Salam kenal... :)

Posted on 21 Desember 2015, in Motivasi Diri, Muhasabah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: