Kisah Merawat Nenek

doa-seorang-nenek
***
Ada seorang remaja wanita masih duduk di kelas 2 SMA. Setiap hari dia ditugaskan untuk merawat neneknya. Neneknya sudah tua, hidupnya hanya dihabiskan di tempat tidur.

Suatu saat, ia mulai protes karena ketidakadilan yang dirasakannya.

“Ma, gantian dong yang ngerawat nenek. Masa’ setiap hari harus aku.”

Kemudian mamanya menjawab, “Nak, merawat nenek pahalanya banyak.”

Sesekali anak itu mau menuruti mamanya. Tapi di saat lain, dia mulai protes lagi.

“Ma, gantian dong yang merawat nenek. Masa’ setiap hari harus aku. Kenapa harus aku? Kenapa tidak mama? Kenapa tidak papa? Kenapa tidak kakak atau adik yang harus merawat nenek? Tapi kenapa harus aku ma?” protesnya mulai keras.

Mamanya memeluk sambil menangis, “Nak, kamu sudah besar. Kamu benar-benar mau tahu kenapa?”

“Iya ma…”

“Dulu, waktu kamu masih berumur 6 bulan, malam itu rumah kita kebakaran. Semua orang menyelamatkan diri dan barang-barang yang bisa diselamatkan. Papa dan nenek menggendong kakak-kakakmu, dan mama menggendong kamu. Setelah kami keluar semua, papa bertanya, “mana bayinya?”

Tanpa sadar yang mama gendong ternyata bukan bayi, tapi guling. Kami baru sadar, ternyata kamu masih berada di dalam rumah, di lantai 2. Tiba-tiba saja dari arah belakang, lari menerjang masuk ke dalam rumah. Ternyata nenekmu nak, nenekmu..! Lari memaksa masuk ke dalam rumah, kemudian naik menerobos ke lantai 2. Setelah membawamu, nenek terjun dari lantai 2, terjun sambil menggendong kamu, sehingga kamu selamat. Dan mulai saat itulah, nenekmu lumpuh…”

Anak itu terdiam, sambil meneteskan air mata, tanpa suara…

Mulai saat itu, ia tidak pernah lagi protes saat-saat disuruh merawat neneknya. Bahkan, hari-harinya ia habiskan untuk merawat neneknya. Ia sangat senang, dan bangga bisa merawat neneknya. Ia bangga pada neneknya. Tiada kesenangan selain kesenangan merawat neneknya.

 

***

Andaikan kita tahu, kenapa berbuat sesuatu? Pastilah kita akan bekerja dengan ikhlas, tekun dan serius. Suatu saat kita akan paham, apapun akan kita lakukan untuk membahagiakan orang yang kita cintai dan yang mencintai kita. Karena Allah, sangat-sangat mencintai kita. Dan kita, mencintai Allah…

 

# Bagus Hernawo

(Pengasuh Pesantren Enterpreneur)

Iklan

About Panggah Santoso

Lahir di Jakarta, 15 Juli 1987. Saat ini sedang bekerja di salah satu Perusahaan Swasta dan berdomisili di Kota Sanggau, Kalimantan Barat. Salam kenal... :)

Posted on 21 Desember 2015, in Motivasi Diri, Muhasabah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: